Minggu, 24 Desember 2017

“Apakah selama ini aku baik-baik saja?”

Kalimat itu terlintas dipikiranku selama beberapa hari ini. Aku bisa memastikan diri ku baik-baik saja selama ini. Hidup seperti orang normal dan menjalani hari seperti yang aku jalani selama ini. Bercanda dengan teman-teman , dan bisa dikatakan aku orang yang cukup normal, orang yang cukup bahagia. Tapi saat ini ada sesuatu yang lain diriku. Aku tau itu dengan pasti, ini cukup aneh. Seperti ada sesuatu yang tiba-tiba menyesakkan, perasaan sedih yang tidak tahu dari mana asalnya. Rasanya sangat aneh, aku bisa menangis sesaat tanpa tahu apa sebabnya. Apa ini normal? Atau aku hanya sedang terbawa perasaan saat menonton drama kesukaanku? Percaya atau tidak bukan itu penyebabnya. Aku adalah seorang Kpopers , pasti kalian tahu apa itu. Saat aku menonton idola ku yang sedang tertawa atau variety lucu yang menyuguhkan tawa, pasti kalian mempunyai pikiran yang sama, yaitu tertawa juga. Menyenangkan sekali melihat idola kita bisa tertawa lepas seperti itu, bukan?

Tapi, apa kalian tahu apa yang aku rasakan? Saat aku melihat mereka tertawa lepas seperti itu, aku justru bertanya pada diriku sendiri, apa mereka baik-baik saja? Apa mereka benar-benar tertawa bahagia? Itu yang aku pikirkan.
Apa itu normal? Aku hanya mempunyai pemikiran lebih dalam, lebih menyedihkan. Dan berusaha melihat yang tidak terlihat orang lain.
Aku pernah menyinggung hal ini kepada teman-teman ku. Aku beralasan aku melihat adegan disebuah drama yaitu dimana sang aktris menyentakkan karet gelang dipergelangan tangannya sebagai percobaan melukai diri sendiri. Kalian tahu apa reaksi mereka? Mereka mengespam chat ku dan merecokiku dengan berbagai pertanyaan.

scene adegan di drama Cheer Up

“ Hehh,, ngapain? mau coba bunuh diri?” “masih sehat kan?” Dan berbagai pertanyaan khawatir lainnya. Aku hanya tersenyum membacanya. Aku hanya membalas dengan emoticon peluk, dan berkata “ Aku masih ada disini sama kalian”. Dan mereka membalas emoticon peluk itu. Aku tahu, mereka menganggapku bercanda, karena aku dikenal memang suka melakukan apa saja sebagai candaan.

Tapi, disaat itu aku memang berpikir tentang itu, apa yang akan terjadi, jika aku melakukannya. Disatu sisi aku takut, dan merasa bodoh bila melakukannya. Dan ternyata otakku masih bekerja, dan menyuruhku tidak melakukan hal yang lebih bodoh dari itu.

Aku tahu aku pernah berpikir melakukan hal bodoh itu, dan aku tidak berhak untuk mengatakan ini. Tapi izinkan aku berkata bahwa dengan melakukan “itu” hidupmu tidak menjadi lebih baik, dan kau akan memberikan kesedihan mendalam terhadap orang yang mencintaimu. Bagi siapapun yang pernah berpikir melakukannya, atau bahkan sudah melakukan hal yang lebih ekstrim dari yang aku lakukan. Tolong berhentilah, pikirkan mereka yang mencintaimu, dan pikirkan dirimu sendiri. Dan bagi sahabat-sahabat terdekat , bimbing mereka, hibur, dan katakan:

“ Aku tahu ini sulit, tapi percayalah semua akan baik-baik saja. Saat-saat seperti ini pasti akan berlalu. Aku ada disini, jadi tersenyumlah, karena aku berada disisimu. “

 

NF